Rabu, 27 Juni 2012

Mahasiswa Teknik Kimia Unila Juara II LRPTN 2012 di ITB


Prestasi membanggakan dipersembahkan oleh mahasiswa  Jurusan  Teknik Kimia Unila. Tim mahasiswa yang terdiri atas Dedi Irawan (’08) dan Muhammad Ahdan (‘09) di bawah dosen pembimbing Heri Rustamaji S.T., M.Eng., berhasil mendapatkan Juara II pada Lomba Rancang Pabrik Nasional (LRPTN) 2012 untuk kategori Problem Solving. Sementara itu, Juara pertama untuk kategori ini diperoleh oleh Tim mahasiswa ITB dan Juara III diperoleh oleh Tim mahasiswa Universitas Indonesia. Acara Grand final dilaksanakan pada 25-26 April 2012 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung.
Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) merupakan kompetisi tertinggi tingkat mahasiswa untuk  disiplin ilmu Teknik Kimia di Indonesia yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa Teknik Kimia se-Indonesia. LRPTN 2012 kali ini mengusung tema ”Pegembangan Industri Bahan Kimia Adi dan Khusus (Fine and Specialty Chemical) Sebagai Upaya Diversifikasi Industri Indonesia”.
LRPTN 2012 terdiri dari tiga kategori yaitu Kategori A dengan tema “Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Melalui Pengembangan Produk Bahan Kimia Adi Berbasiskan Teknologi Hijau”, Kategori B dengan tema “Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Melalui Pengembangan Industri Bahan Kimia Khusus Berbasiskan Teknologi HIjau”, dan Kategori C Problem solving PT. Krakatau Steel dengan judul “Upaya Meminimalkan Deposit Karbon Di Tube Fired Heater”.
LRPTN 2012 kali ini diikuti oleh sekitar 72 tim dari seluruh PTN dan PTS seluruh Indonesia yang diseleksi melalui tahap penilaian proposal. Pada LRPTN 2012 Jurusan Teknik Kimia Unila di bawah Dosen Pembimbing Heri Rustamaji, S.T., M.Eng.,  mengirimkan dua tim, yaitu Tim Kategori B (kode B-06) beranggotakan Ardy Kristianto, Ricky Alexander, dan Iffah Fitria dengan judul proposal “Prarancangan Pabrik Sodium Phenolat dari Phenol dan Sodium Hidroxide” dan Tim Kategori C (kode C-10) beranggotakan Dedi Irawan dan Muhammad Ahdan dengan judul proposal “Menghambat ReaksiCracking CH4 pada Tube Fired Heater dengan Menurunkan Fraksi CH4 untuk Meminimalkan Pembentukan Deposit Karbon”. Namun  pada tahap penyeleksian Proposal kelompok B-06 memeroleh peringkat ke-4 dengan nilai 78,06 dan kelompok C-10 memperoleh peringkat ke-1 dengan nilai 80,1. Peserta dengan nilai peringkat tiga besar akan masuk ke Grand Final. Sehingga hanya kelompok C-10 yang lolos dan masuk Grand Final.


Melalui kompetisi yang cukup ketat di Grand Final, kelompok C-10 mampu merebut juara II mengalahkan tim dari Universitas Indonesia. Juara I direbut oleh tuan rumah dari Institut Teknologi Bandung. Walaupun kelompok C-10 memiliki nilai proposal tertinggi pada tahap penyeleksian proposal, hal ini tidak berpengaruh secara signifikan, mereka harus bersaing dengan peserta lainnya.


Heri Rustamaji dalam siaran persnya hari ini (30/4) menyatakan, ajang ini membuktikan bahwa kualitas mahasiswa Teknik Kimia Unila mampu bersaing dengan mahasiswa Teknik Kimia dari universitas besar di Pulau Jawa. Ini semua berkat kerja keras para staf dosen Teknik Kimia Unila dalam menggembleng para  mahasiswanya.


Namun tidak berbangga diri, masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Kepercayaan diri mahasiswa Teknik Kimia Unila untuk berkompetisi dengan mahasiswa teknik kimia di Indonesia lain masih kurang. Belum banyak partisipasi mahasiswa Teknik Kimia Unila di ajang kompetisi keilmuan yang diselenggarakan pemerintah maupun lembaga instansi dan swasta lainnya.

(link berita ini dapat dilihat disini)

SEMINAR NASIONAL TEKNIK KIMIA 2012 BERJALAN SUKSES


Issue akan ketersediaan sumber energi yang kian menipis di Indonesia sudah berlangsung dari 10 tahun terakhir hingga saat ini, namun belum ada langkah yang pasti untuk menanggulangi krisis tersebut. Sumber energi terbarukan sebenarnya dapat digunakan sebagai pemecahan masalah tersebut, namun keberadaannya belum dapat dikelola secara maksimal. Berbasis keprihatinan tersebutlah Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEMIA) Universitas Lampung (Unila) pada Selasa, 24 April 2012 yang dimulai pada puluk 09.00 WIB bertempat di Auditorium Perpustakaan Unila mengadakan Seminar Nasional Teknik Kimia dengan mengusung tema “Comparasion of Renewable Energy and Unrenewable Energy in Indonesia from Waste Effects, Cost and Hummanity”. Kegiatan ini merupakan rangkaian penutup (Exploitation of Chemical Engineering StundentsActivities) EXCESS dengan rangkaian kegiatan seperti: CEC, LKTI, Futsal Competition yang telah diadakan Himatemia beberapa pekan lalu.

Seminar Nasional Teknik Kimia Universitas Lampung ini dihadiri oleh beberapa pembicara yang berkompeten untuk menjawab akan permasalahan yang sedang dihadapi, yaitu Dr. Agus R Hoetman, M. eng selaku staf alhi Kementrian Riset dan Teknologi Indonesia, Imam Nurhadi S.T dari pihak PT. Pertamina selaku pihak BUMN yang menyediakan kebutuhan masyarakat akan bahan bakar, Dr. Iman Kartolaksono R., M.Eng. selaku praktisi akademisi dari Institut Teknologi Bandung yang concern dibidang biodiesel, dan Rohmat Widodo S.Si. selaku pihak yang mewakili PT. Medco Ethanol Lampung (MEL) sebagai penyedia bahan bakar yang bersumber Bio-ethanol serta Heri Rustamaji S.T., M. Eng. dan Muhammad Hanif, S.T., M.T. selaku pihak dosen yang mewakiliJurusan Teknik Kimia Universitas Lampung.
Dr. Agus R.H., M. Eng. memaparkan bahwa permasalah akan krisis energi di indonesia bisa diatasi mengingat ketersediaan akan sumber daya alam yang sangat banyak salah satunya yakni Bahan Bakar Nabati (BBN). Beilau juga memaparkan masalah yang dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah adanya kesalahan pada penempatan kebijakan atas subsidi yang masih diberlakukan untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), bila subsidi BBM dapat dialihkan ke BBN diharapkan mampu menanggulangi krisis BBM yang sedang terjadi. Saat ini kendala yang dihadapi pihak penyedia bahan bakar yang bersifat renewable adalah harga produk yang tidak kompetitif bila dibandingkan unrenewable. Hal Serupa juga disampaikan oleh Rohmat Widodo S.Si selaku pihak yang menyediakan bahan bakar berbasiskan nabati. PT. MEL sendiripun masih belum dapat mengimplementasikan bio-etanol yang diproduksinya untuk dapat digunakan kendaraan bermotor.
Rohmat Widodo S.Si dalam kesempatannya kemarin memberikan apresisasi yang sangat besar kepada Himatemia karena mampu menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya concern di bidang keteknik kimiaan, namun juga concern dibidang sosial, ekonomi dan kemanusiaan sesuai dengan tema yang diusung. Sehingga, beberapa peserta Seminar Nasional yang berasal dari fakultas lain seperti Pertanian, FKIP serta beberapa pihak dosen swasta di Bandar Lampung ikut dapat turut aktif dalam sesi tanya jawab yang diajukan setelah penyampaian materi selesai.
Melalui Seminar Nasional Yang diselenggarakan Oleh Himatemia, pihak panitia dalam hal ini yang diketuai oleh Sandi (Angkatan 2010) berharap agar mahasiswa pada khususnya dan Masyarakat pada umumnya dapat membandingkan energi yang bersifat Renewable dan Unrenewable untuk kemudian dapat segera beralih keenergy yang sifatnya dapat diperbaharui (Unrenewable) atau paling tidak dapat menghemat pemakaian BBM yang semakin lama ketersediaannya semakin menipis.

Teknik Kimia Unila Rintis Kerjasama dengan Pemda Tanggamus dan PT. Natarang Mining


Mulai tahun 2012 ini Jurusan Teknik Kimia  Universitas Lampung (Unila) merintis kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Tanggamus dan PT. Natarang Mining. Sebagai tahap awal kerjasama, Teknik Kimia Unila dipercaya sebagai salah satu penerima dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT. Nataram Mining yang disalurkan melalui Pemda Tanggamus. CSR ini digunakan untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberdayaan masyarakat petani gula aren di daerah Ulubelu, Tanggamus.
Penyerahan dana dilakukan langsung oleh Bupati Tanggamus, H. Bambang Kurniawan, S.T., didampingi Ir. Ivan Bakar yang mewakili Ir. Heryansjah (Direktur PT. Natarang Mining),  di Rumah Dinas Bupati, 11 Juni 2012 lalu.
Hadir pula pada acara tersebut Kepala Bappeda Tanggamus H. Ir. Herman Hermawan, M.M. Sementara dari Teknik Kimia Unila hadir tim pengabdian yang terdiri sejumlah mahasiswa antara lain Ardi Kristianto dan Ricky Alexander dan perwakilan dosen terdiri Heri Rustamaji, S.T., M.Eng., dan Darmansyah, S.T., M.T.

Kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan satu tahun ke depan ini berawal dari eksplorasi dan pendataan potensi dan sumber daya alam dan masyarakat  di daerah tempat KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Kimia di pekon Ngarip, Ulu Belu-Tanggamus.

Di daerah tersebut terdapat beberapa kelompok petani gula aren yang masih menggunakan teknologi konvensional dalam melakukan aktifitas produksinya. Hal ini menyebabkan kualitas produk yang dihasilkan belum seragam. Tak ayal harga jualpun masih rendah dan  belum mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

Hasil dikusi di jurusan terhadap permasalahan di atas akhirnya tersusun menjadi proposal pengabdian dan dipresentasikan di Bappeda Tanggamus, yang pada akhirnya disetujui untuk dilaksanakan.

Kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan ke depan berupa penyuluhan, pelatihan desain produk dan proses produksi gula semut serta aspek pemasarannya.

“Selain itu, dari dana CSR ini kami menargetkan terbentuknya alat penepung untuk memproduksi gula semut dengan kualitas yang baik yang akan diperuntukkan bagi masyarakat petani gula aren di sana,” pungkas Heri Rustamaji, S.T., M.Eng., dalam siaran persnya, Minggu (17/6).
(link ini dapat dilihat disini)

PT Sadikun Niaga Mas Raya; 10 positons


We are an energy company is currently inviting passionate and energetic candidates to grow with our company
1. SALES MARKETING SUPERVISOR (SMS) / OFFICER (SMO)
Responsible to supervise / implement sales & activities, maintaining both present & new/ potential customers and to achieve sales target. Possess analytical & excellent communication skills, good account management & analytical skills in analyzing data, good looking.
2. BUSINESS UNIT MANAGER (BUM)
Responsible to manage all the operational activities in Sales Marketing. Procurement, Technical, Financial, HRS-LGA. Possess a good team working. Must have experiences in energy company or EPC (Engineering Procurement Contraction) company. Male.
3. FINANCE ACCOUNTING & TAX SUPERVISOR (FAS) / OFFICER (FAO)
Responsible to supervise / implement any financial as, reading administration handling, good ability in performing analyses on financial report, capable of preparing financial report, having knowledge of AR, 61 & taxation is preferable. Must have experiences 2-3 years in energy company or property development.
4. PROCUREMENT SUPERVISOR (POS) / OFFICER (PO)
Responsible to supervise / implement local and international product purchase, warehouse & delivering products. Experienced in importing products would be preferred. Possess a good negotiation skill, English fluently would be better.
5. HR-GA SUPERVISOR (HRGAS) / OFFICER (HRGA)
Responsible to supervise / implement an effective HR program. Responsible to handle all General Affair activities. Maintaining all company assets . Male min. D3 Machine Engineering / Ass, Major
6. HSE SUPERVISOR (HSES)/OFFICER (HSEO)
Responsible to supervise environmental program at work. Also, to compile the safety environment procedures standard. Having knowledge about OHSAS, Government HSE Regulation.
7. LEGAL MANAGER (LM) / SUPERVISOR (LS)
Responsible to manage / supervise all legal activities, compliance with the Law and regulation, develop and monitor implementation of legal procedure and legal drafting agreement, familiar with Indonesia Law and other regulation, providing legal advices upon legal disputes settlement as well as Indonesian legal advices upon legal disputes settlement as well as Indonesian legal system with its substance. Min. S1 (Law Major).
8. IT SUPPORT
Responsible to handle trouble shooting in Linux and Windows. Excellent in Delphi / Java, VB, database programming (MYSQL, SQL,). Having a good knowledge of Web Based Programming. Good understanding in computer development, operating system installment, computer, and network setting.
9. PROJECT ENGINEER
Responsible to implement project activity. Performing project management role; scheduling, budgeting. Supervising subcontractors and vendors, and performing excellent cost control of projects. Mm. bachelor of engineering major in Civil or Mechanical.
10. ESTIMATOR
Responsible to estimate the power of constructions and to count the project expense. Also responsible for controlling, scheduling & assisting the project implementation. Good ability in preparing preliminary sketches & instructions. Min. D3/S1 in civil.
General requirements:
Has a minimum of S years experiences in the same field, strong leadership (Manager) :3-5 years experiences (Supervisor), Fresh Grad/ 1 years officer. Proactive, responsive & communicative. strictly no smoking; willing to be placed in all over Indonesia Provinces. Please send your application letter and CV along with 4 1(6 size photograph, and write down the position code on the top left corner of the envelope or as an email subject within 2 weeks after this advertisement date to:
PO BOX 2896 JKP 10028
or Email to
recruitment_box@sadikun.com
Expiry date: June 29, 2012

Berjuang Promosikan Unila, Namun tak Dapat Perhatian


Radio Kampus Universitas Lampung (Rakanila) merupakan radio kampus pertama di Sumatera. Sayang, keberadaan radio ini tidak mendapat cukup perhatian dari pihak terkait. Alhasil, para kru harus bertahan dengan dana minim. 

RUANG berukuran 4 x 6 meter yang terletak di lantai dua Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unila itu adalah studio Rakanila. Namun, para kru radio yang mengudara pada frekuensi 107.9 FM itu lebih akrab menyebut ruang tersebut dengan base camp.
    Seorang mahasiswi berambut sebahu menyambut kedatangan Radar Lampung kemarin. ’’Siang Mas. Silakan masuk ke base camp sempit kami. Maaf ya Mas kalau kurang nyaman,” sapa mahasiswi yang belakangan diketahui bernama Clara itu.
    Saat itu, ada sepuluh kru di base camp. Ruang tersebut disekat menjadi dua. Satu bagian untuk studio, sisanya ruang tamu. Ruang tamu itu terasa cukup sesak karena dipenuhi kru. Belum ditambah adanya meja dan lemari serta pemancar.
    ’’Beginilah keadaan kami, Mas. Bayangkan saja, base camp yang ukurannya hanya 4 x 6 meter ini disekat menjadi dua,” ujar Erwin Tri Haryanto, direktur Rakanila.
    Setelah sedikit berbasa-basi, mahasiswa fakultas hukum ini mulai menceritakan sejarah berdirinya Rakanila.
Radio kampus ini didirikan akhir tahun 1999 dan dikukuhkan tanggal 19 Januari 2000. Awalnya, radio ini hanyalah sebuah alat handy talkie (HT). Saat itu, ada mahasiswa yang memang senang berkomunikasi melalui HT.
Dari sini, muncul ide untuk membuat radio. Terlebih, universitas yang  dijuluki Kampus Hijau itu belum memiliki radio kampus. Dari sini, radio berkembang hingga seperti sekarang.
    Radio yang memiliki 150 kru ini mengudara sejak pukul 06.00-24.00 WIB, kecuali Minggu dan hari libur. Program-program yang disiarkan disesuaikan kebutuhan akademis.
    Misalnya talkshow tentang kegiatan kampus, serta informasi tentang pendidikan dan dunia kampus. ’’Tetapi, ada juga program entertain-nya,” kata Erwin.
Ditambahkan, Rakanila cukup memiliki andil dalam mempromosikan Unila, bahkan Lampung, di tingkat nasional. Tentunya, hal ini disesuaikan bidang yang digelutinya, yakni radio broadcasting.
Bahkan dalam rentang waktu sepuluh tahun, Rakanila telah menyelenggarakan berbagai even tingkat nasional.
’’Kami pernah menggelar acara Boom Rakanila yang menghadirkan band The Fly pada tahun 2002. Waktu itu booming-nya memang grup The Fly,” kenang Erwin.
Kegiatan lain yang digelar adalah Clear Top Ten bareng Dewi Sandra, Class Akustik yang bekerja sama dengan antv. Kegiatan itu menghadirkan  grup Coklat, Tere, dan Ten 2 Five.
Gelaran paling anyar di 2010 akan dilaksanakan 12 Mei. Yakni Clas Sensasi Hits Tour Sumatera yang menampilkan Geisha di pelataran GOR Unila.
’’Ini semua dilakukan untuk mempromosikan Unila di tingkat nasional,” kata Erwin.
Ditambahkan Arif, direktur ke-3 Rakanila, ia memiliki pengalaman cukup menarik mengenai radio itu. Beberapa tahun silam, ia pernah berkunjung ke Jawa untuk menghadiri kegiatan mahasiswa.
Ternyata, mahasiswa di sana menduga bahwa Rakanila adalah radio milik Universitas Lambung Mangkurat di Sulawesi. ’’Dari situ, saya berniat mempromosikan Unila, bahkan Lampung. Dengan begitu, tidak ada orang yang salah persepsi,” kata lelaki bertubuh sedang ini.
Sayangnya, semangat yang dimiliki kru Rakanila tidak begitu mendapat respons. Menurut Arif, pihaknya kerap kecewa dengan para petinggi Unila.
    ’’Kami terkadang merasa tidak diperhatikan. Lihat saja base camp ini. Belum lagi alat pemancar yang tidak maksimal,” katanya.
    Arif mengaku Rakanila sudah beberapa kali meminta bantuan ke rektorat untuk memperbaiki peralatan. Namun, tidak ada respons dari pihak rektorat.
    ’’Padahal kalau dipikir, Rakanila merupakan aset yang luar biasa bagi Unila. Tetapi, mengapa kami seperti dianaktirikan,” keluhnya.
    Hal senada diungkapkan Levi Tuzaidi, direktur pertama Rakanila. Ia mengungkapkan, hambatan selalu dihadapi saat menggelar kegiatan, khususnya untuk masalah sponsor.
    ’’Apalagi kalau sponsornya rokok, selalu dilarang. Sebenarnya, kami tidak masalah jika perusahaan rokok tidak diperbolehkan menjadi sponsor, asalkan rektorat mau dan membiayai setiap acara kami,” katanya.
Levi juga mengungkapkan, sponsor yang paling realistis adalah rokok. ’’Tetapi, itu dilarang. Di sisi lain, mengapa dengan senang hati pihak kampus menerima pemberian beasiswa dari perusahaan rokok,” kata Levi saat ditemui di acara Tech-fest on Rakanila kemarin.
    Untungnya, meski banyak hambatan yang dihadapi, kru Rakanila tetap memiliki semangat. Meskipun itu berarti bahwa mereka harus patungan untuk melakukan sebuah kegiatan.
    ’’Bagaimanapun, kami mencintai Rakanila. Sampai kapanpun, nama Rakanila akan terus mengudara. Meskipun harus tetap survive,” tegas Erwin.
    ’’Kami bangga. Walaupun studio kami mungil, output yang kami hasilkan diakui dunia luar,” tambahnya. (ais)


UEFA memprediksi laga perempat-final antara Inggris dan Italia, yang berakhir dengan drama adu penalti, bakal memecahkan rekor pemirsa televisi dalam sejarah Piala Eropa.

UEFA menyatakan tak kurang dari 100 juta pemirsa menyaksikan secara live pertandingan. Jumlah tersebut didapat dari 20 penyiaran yang sudah melaporkan rafting mereka.
UEFA sendiri menjalin kesepakatan dengan lebih dari 100 broadcaster untuk menyiarkan secara langsung semua pertandingan Piala Eropa 2012.

Untuk rata-rata pemirsa televisi di Britania Raya mencapai 20,3 juta per pertandingan, sementara di Italia sekitar 21,3 juta.

Untuk rekor pemirsa terbanyak masih dipegang laga Inggris-Portugal di Piala Eropa 2004, yang juga berakhir dengan kegagalan Inggris lewat drama adu penalti.






SEJARAH INTERNAZIONALE MILANO

Klub ini didirikan pada 9 Maret 1908 yang merupakan perpecahan dari Milan Criket and Football Club, yang sekarang lebih dikenal dengan namaAC Milan. Sebuah kelompok yang terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss (Giorgio Muggiani, seorang pelukis yang juga merancang logo klub, Bossard, Lana, Bertoloni, De Olma, Enrico Hintermann, Arturo Hintermann, Carlo Hintermann, Pietro Dell'Oro, Hugo dan Hans Rietmann, Voelkel, Maner , Wipf, dan Carlo Arduss) yang tidak terlalu suka akan dominasi orang-orang Inggris & Italia di AC Milan dan mereka memutuskan untuk memisahkan diri dari AC Milan. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain internasional.
Klub ini memenangkan juaranya pada tahun 1910 dan yang kedua pada tahun 1920. Kapten dan Pelatih yang membawa Inter meraih Scudetto pertama adalah Virgilio Fossati , yang tewas dalam Perang Dunia I.
Pada tahun 1921, Inter termasuk salah satu tim yang keluar dari FIGC dan mengikuti liga yang dibentuk oleh C.C.I (Confederazione Calcistica Italiana). C.C.I merupakan organisasi tandingan FIGC (Federazione Italiana Giuoco Calcio) yang dibentuk oleh tim-tim yang meminta rencana pengurangan anggota Serie-A. Inter berada dalam grup B dalam liga tersebut. Setelah hanya mampu mengumpulkan 11 angka, Inter berada di posisi terbawah klasemen akhir. Hanya bertahan satu musim akhirnya C.C.I bubar karena akhirnya dicapai persetujuan dengan FIGC melalui petisi yang dilayangkan oleh Direktur harian La Gazzetta dello Sport yakni Emilio Colombo dan dikenal dengan petisi Comprommeso Colombo. Tim-tim yang berlaga di liga C.C.I pun bergabung kembali dalam FIGC, yang mengakibatkan format dan kompetisi disusun ulang dengan menggabungkan tim-tim yang berlaga di liga C.C.I dan Serie-A FIGC sesuai dengan poin-poin kesepakatan dalam petisi tersebut. Karena Inter berada di posisi terbawah sehingga Inter harus mengikuti fase Spareggi (Babak kualifikasi pen-degradasi-an), dan Inter berhasil lolos kembali bermain di kompetisi Serie A setelah mengalahkan SC Italia-Milan 2-0 kemudian Libertas Firenze dengan agregat 4-1 (3-0 & 1-1) di kualifikasi Spareggi tersebut.
Selama waktu perang, Inter juga sempat berganti nama menjadi Ambrosiana SS Milano selama era fasisme di Italia setelah bergabung dengan Milanese Unione Sportiva pada tahun 1928. Bahkan setahun kemudian presiden klub terpilih Oreste Simonotti mematenkan nama Inter menjadi AS Ambrosiana pada tahun 1929, untuk menyesuaikan diri dengan kepemimpinan Benito Mussolini, dan pada akhirnya pada tahun 1931, presiden baru Inter Ferdinando Pozzani mengubahnya lagi menjadi AS Ambrosiana-Inter. Walaupun demikian, Inter masih tetap bisa memenangkan trofi ketiga mereka pada tahun 1930. Mengikuti itu, trofi keempat dimenangkan pada tahun 1938. Inter pertama kali memenangkan Copa Italia (Piala Italia) pada tahun 1940 dipimpin oleh Giuseppe Meazza, dan pada tahun yang sama mereka memenangkan trofi kelima mereka, meskipun Meazza mengalami cedera. Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mereka memakai nama asli mereka, Internazionale Milano.
Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh pada tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi pada tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Pada tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.
Setelah masa keemasan pada tahun 1960, Inter berhasil untuk memenangkan gelar mereka kesebelas kalinya pada tahun 1971 dan kedua belas kalinya pada tahun 1980. Pada tahun 1970 dan 1980, Inter juga memenangi dua trofi Piala Italia pada tahun 1978 dan 1982. Inter berhasil meraih gelar scudetto mereka yang ke tigabelas kali pada tahun 1989 dan membutuhkan waktu yang sangat panjang hingga 17 tahun hingga mereka dapat memenanginya lagi pada tahun 2006, tetapi melalui cara yang lain dari biasa atau yang mereka sebut dengan "Scudetto of Honesty" (juara dari kejujuran), karena mereka tidak terbukti bersalah dalam skandal "calciopoli" yang ikut menyeret beberapa klub besar Italia yang terbukti bersalah dan mendapat penalti pengurangan poin juga pencopotan gelar bagi juara sebelumnya. Baru pada tahun selanjutnya atau 2007 Inter berhasil menjadi juara bertahan, sekaligus menorehkan rekor dengan 17 kemenangan beruntun di kompetisi lokal.
Inter kembali menjadi juara bertahan pada tahun 2008,2009 dan 2010. Inter juga adalah satu-satunya tim yang belum pernah terdegradasi terhitung dari sejak Serie A bergulir, karena itu di dalam lagu kebangsaan nya yang berjudul C'e solo l'Inter (hanya ada Inter satu-satunya) disebutkan bahwa Inter mempunyai gen Serie A dan tidak mengenal Seri lainnya.
Pada musim 2009-10 Inter menyamai rekor Juventus dan Torino dengan memenangi gelar Juara Seri A selama 5 Musim secara beruntun.
Internazionale juga memenangi Piala UEFA mereka tiga kali. Pertama di musim 1990/1991 melawan AS Roma/ Di musim 1993/1994, Inter meraih gelar Piala UEFA dengan mengalahkan klub Austria Casino Salzburg. Di kemenangan Piala UEFA mereka untuk ketiga kalinya, Inter mengalahkan SS Lazio di Parc des Princes, Paris.
Inter baru memenangi lagi Liga Champions untuk yang ketiga kalinya pada musim 2009-10 dengan mengalahkan klub asal Jerman, Bayern München di Final, setelah sebelumnya pada Babak semifinal Internazionale secara mengejutkan mengalahkan klub asal Spanyol, Barcelona yang saat itu sangat diunggulkan karena pada musim kompetisi 2008-09 meraih 6 gelar disemua ajang.
Inter menjadi tim asal Italia pertama yang meraih treble winners setelah memenangi semua kompetisi pada musim 2009-10 diantaranya Scudetto Liga Italia, Piala Italia, dan Liga Champions.